Minggu, 21 Desember 2008

CACAR AIR HARUS MANDI

Sering saya mendapat pertanyaan, apakah kalau sakit cacar air boleh mandi? Tentu saja jawabannya boleh, bahkan HARUS. COba bayangkan kalau seminggu anda tidak mandi. Jangankan orang sakit. Orang yang sedang sakit cacar air dilarang mandi akan memperbanyak kuman di permukaan kulitnya, dan membuat infeksi bakterial pada lenting cacarnya.
Jadi tetaplah mandi. Tidak ada perlakuaan khusus dalam mandi. Mandi dengan sabun antiseptik juga boleh, tidak juga tidak mengapa.

Rabu, 13 Agustus 2008

KUTIL KELAMIN LAGI...

Kekambuhan kutil kelamin sering membuat frustasi. Jika daya tahan tubuh turun, stres, kurang tidur, kelelahan fisik..... Kondilomata Akuminata dapat kambuh.

Dari Kongres dokter kulit se-Indonesia awal Juli 2008 kemarin, disimpulkan bahwa GARDASIL (vaksinasi pencegah kanker leher rahim dan kutil kelamin) dapat juga mengurangi kekambuhan pada pasien yang sudah terkena kutil kelamin.

Hanya saja harga vaksinasi ini masih sangat mahal, sekitar 1,3 juta rupiah setiap kali suntik. Jadwal vaksinasi ini terdiri dari bulan 1,3, dan ke-6.

Ada yang berminat?

Selasa, 10 Juni 2008

HERPES BIBIR


Herpes bibir sering kambuh bila daya tahan tubuh menurun, lelah, stres fisik/mental. Dan ada kecenderungan genetik. Jika ada orang tua yang herpes bibir, biasanya anaknya dapat mengalami penyakit ini.


Tapi ini bukan panyakit kelamin hlo.

Minggu, 01 Juni 2008

KAKI DENGAN KAPALAN ATAU KUTIL ATAU MATA IKAN?


Wah sakitnya bukan main kalau berjalan. karena benjolan tersebut mengenai ujuna-ujung saraf telapak kaki. Kalau masih dini, masih dapat obati dengan salep yang sifatnya mengikis. Jangan cari collomac lagi ya.... udah ngga ada. Kalau sudah besar, tebal, keras, ... harus dibedah listrik


HERPES KULIT


Herpes zoster, banyak akhir-akhir ini di praktek saya. Kalau muncul di usia lanjut, sering mengakibatkan nyeri yang berkepanjangan meski penyakit kulitnya sudah sembuh (neuralgia pasca herpes). Kalau anda belum pernah sakit cacar air, sebaiknya divaksinasi anti cacar air/herpes zoster. Karena baik cacar maupun herpes kulit virus penyebabnya sama (varicella-zoster virus).


Gejala awal sering tidak jelas. Demam ringan, nyeri di kulit yang terserang dengan sensasi yang bermacam-macam dari rasa tertusuk, rasa seperti semut berjalan, rasa terbakar, dll. 2-3 hari setelah gejala awal baru lenting herpes atau cacar muncul.


Lenting cacar muncul seluruh badan. Kalau Herpes hanya satu bagian/pihak tubuh. Tidak pernah menyatu kiri-kanan.


Penyakit ini menular, maka segeralah ke dokter bila gejala tersebut muncul.

Selasa, 22 April 2008

Cacar ... mulai banyak nih

Bagi yang belum pernah cacar air waktu kecil, sebaiknya divaksinasi. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kalau sakit, biayanya lebih banyak, belum lagi produktivitas kita juga menurun. Sedang musim hlo sekarang. Bila sudah dewasa baru terjangkit, dikhawatirkan komplikasi. Misalnya komplikasi radang otak (ensefalitis). Ini komplikasi paling fatal. Kalo bekasnya bopeng saja sih masih ringan, tetapi lebih seringterjadi pada orang dewasa dibanding anak-anak.
Bisa saja muncul dalam bentuk herpes zooster. Lihat gambar, ada contohnya.

Minggu, 20 April 2008

ROKOK DAN KULIT - KELAMIN

Apa bahaya rokok bagi kesehatan. Kalo yang ini sih sudah banyak orang tahu. Bagi kesehatan kulit dan kelamin? Mungkin sebagian besar orang sudah tahu bila rokok mengurangi kecantikan karena membuat kulit cepat menua, bibir menghitam, tapi kanker kulit? Kanker! Wah seram ya...

Rokok membuat proses oksidasi yang ujung-ujungnya memjadikan sel berubah sifat menjadi ganas. Nah.... coba kalo anda mau umur panjang, sehat, tetap awet muda, berhenti merokok bagi yang sudah, dan jangan mencoba bagi yang belum.

Kanker leher rahim juga dipermudah hlo bagi wanita yang suka merokok...

Minggu, 23 Maret 2008

BOTOX..... HARAM ?

Pernah mendengar suntikan Botox? Dalam duni akedokteran botox sangat bermanfaat mengobati kelainan saraf, otot, dan bahkan di dunia kulit (khususnya kosmetik) dan bedah plastik amat sering dipakai. Botox dapat mengobati stabismus (mata juling), Di bidang kulit digunakan untuk peremajaan misalnya menghilangkan kerut dahi, kerut sekitar bibir, mata, memperindah bibir, mengurangi produksi keringat ketiak dan telapak tangan yang berlebihan.

Tapi setelah saya membaca koran Republika Awal januari 2008 yang menyatakan diharamkannya suntikan botox oleh Majelis Ulama Malaysia karena diduga mengandung unsur babi dalam pembuatannya. Saya terkejut. Sebagai dokter tentu tidak mau percaya begitu saja tanpa bukti ilmiah.

Penelusuran dan rasa keinginantahuan saya terjawab dengan membuka situs www.islamtoday.com. Jannet Kettles , juru bicara Allergan (produsen Botox, USA) mengakui dipakainya susu babi sebagia proses yang terlibat dalam pemurnian botulinum toxin (bahan aktif botox).
Dalam sebuah situs Malaysia juga diceritakan seorang artis beken Indonesia yang beberapa kali show di sana terkejut dengan fatwa Majelis Ulama Malaysia. Untuk kepentingan kode etik, nama artis tersebut saya rahasiakan. Dia mengakui 2 kali setahun disuntik botox untuk menghilangkan kerut dahi, mulut, memperindah bibir, dan mengobati produksi kelenjar keringat yang berlebihan di ketiaknya. Dia berniat menanyakan hal ini kepada dokter pribadinya. Maklum dia kaget, kan sudah haji.
Jadi saya sekarang sudah tidak mau melakukan suntik botox lagi, tanpa menunggu fatwa MUI, fatwa Perdoksi, fatwa IDI, dan lain-lain badan yang lambat merespon hal ini
Nah, bagaimana menurut anda?

Rabu, 12 Maret 2008

KASUS TERSERING PADA PRAKTEK KULIT


Penyakit kulit:

1. Dermatitis atopik

2 Dermatitis kontak alergi

3. Dermatitis kontak iritan

4. Jamur pada lipatan paha (tinea kruris)

5. Jerawat (akne vulgaris)
Dermatitis atopik dalam bahasa awan sering dikatakan sebagai eksim. Sering terdapat faktor kulit sensitif dalam hal ini. Kalau dermatitis kontak alergi dan iritan biasanya sering akibat kosmetik, logam, apapun yang menempel pada kulit. Pada gambar yang saya tayangkanini merupakan kasus dermatitis kontak akibat alergi deodoran.
Penyakit Kelamin :
1. Kondilomata akuminata/kutil kelamin
2. Herpes genitalis/herpes kelamin
3. Gonore/kencing nanah

KUTIL KELAMIN DAN PENGOBATANNYA


Kutil kelamin atau Kondilomata Akuminata akhir-akhir ini semakin banyak di tempat praktek saya. Jika masih baru (hitungan hari-minggu) muncul, masih dapat diobati dengan obat oles tingtura podofilin 25%. kutil baru ditanadai dengan warnanya yang kemerahan. Jika sudah lama/kronis, ditendai dengan warnanya keabuabuan hingga hitam sewarna kulit sekitarnya, biasanya sudah lebih dari 1 bulan. Kalau sudah kronis, obat podofilin tidak akan berespon lagi, jadi harus dilakukan bedah listrik/elektro cauter/ istilah orang awan "dibakar".


Saran saya, jangan menunda pengobatan kutil kelamin ini terlalu lama yang mengakibatkan harus dilakukannya bedah listrik. Lagi pula siapa sih yang tidak risi di badannya membawa penyakit/virus ini ke mana-mana?


Harap diingat, pengolesan/bedah listrik tidak berarti membunuh semua virus, tetapi menghilangkan benjolan kutil tersebut. Kemungkinan kambuh tetap ada hlo, jika daya tahan tubuh sedang "drop", stres, kelelahan.


Selasa, 04 Maret 2008

PASIEN BERBOHONG

Perlukah dokter meminta pasien mengutarakan hal yang sebenarnya sewaktu dianamnesis? Menurut saya tidak perlu. Pasien tidak sepenuhnya menceritakan riwayat penyakit kepada dokter sering terjadi pada pasien dengan penyakit kelamin. Mungkin dia malu, risih karena dokternya wanita (kalau kebetulan pasien pria).
Tadi pagi seorang pria dewasa muda berobat, tetapi belum-belum dia komentar, "Wah.... dokternya perempuan ya..." Setelah saya jelaskan agar dia tidak ragu karena hubungan dokter-pasien tetap dapat profesional tanpa memandang gender, baru dia mau mengatakan keluhannya.
Ternyata pasien tersebut sakit kencing nanah (gonore). Tapi dia berbohong kepada saya dan menyangkal adanya kontak seksual di luar pernikahannya. Dia malah berkelit kencing nanah timbul akibat ayunan tongkat golf yang tidak sengaja mengenai kelaminnya sewaktu dimainkan anaknya yang masih balita.
Sebagai dokter saya tahu bahwa tidak ada kemungkinan lain keluarnya nanah dari kemaluan selain dari penularan penyakit seksual gonore. Nah.. jadi pasien tersebut sebenarnya mau menipu dokter. Tapi tak apalah..... tulis resep saja dan diobati seperti layaknya pasien gonore.
Tanpa perlu meminta kejujuran pasien/apalagi mendakwahi pasien. Ya .... sudah yang penting tujuan dia datang untuk meminta pengobatan sudah saya jalankan.
Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini?

Kamis, 28 Februari 2008

MENGOBATI DIRI SENDIRI.... HATI-HATI!


Kemarin salah seorang pasien mengeluhkan salep yang biasa ia oleskan jika eksimnya kambuh membuat bercah putih sekitar eksim. Parahnya, eksimnya juga sudah tidak "mempan" dengan salep tersebut. Dalam praktek sehari-hari, ini yang disebut gejala "takifilaksis" yaitu obat tidak lagi memberikan efek penyembuhan karena sudah kebal, tetapi yang timbul malah efek samping.


Salep yang dipakai pasien saya tanpa konsultasi ke dokter ialah sejenis STEROID. Steroid sering dipakai oleh dokter sebagai obat anti radang. Eksim termasuk dalam golongan penyakit kulit yang ditandai radang: merah, gatal, bengkak, panas. Salep steroid dapat meredakan radang, tetapi jika dipakai terus-menerus mengakibatkan eksim tersebut tidak mempan lagi, malah makin menipiskan kulit, membuat membuat pembuluh darah permukan kulit sektar eksim makin nyata seperti gambaran sarang laba-laba (spider naevy). Kalau sudah begini sulit diobati kecuali disinar laser.


Saran saya, patuhi anjuran dokter berapa lama obat boleh diminum/dioles, jangan berinisiatif sendiri tanpa kontrol ke dokter ybs lalu membeli lagi salep yang pernah ia resepkan karena berpikir toh itu juga obatnya, sama saja. Dari pada terjadi efek samping obat.


Bagaimana menuru anda?


Rabu, 27 Februari 2008

PENYALAHGUNAAN ASURANSI KESEHATAN

Tahukah anda penyalahgunaan asuransi kesehatan dalam hubungan dokter-pasien?



1. Menggunakan nama sendiri tetapi yang berobat adalah orang lain.



2. Mengganti diagnosis penyakit, karena diagnosis yang sebenarnya tidak akan ditanggung asuransi. Dalam praktek saya, penyakit kelamin tidak akan ditanggung asuransi. Seringkali pasien memaksa aga saya mengganti diagnosis. Saya katakan tidak mungkin, karena obat yang tertlis pun akan terlacak sebagai obat penyakit kelamin.



3. Meminta dokter menuliskan obat lain atas permintaan pasien yang tidak ada hubungannya dengan penyakit yang dideritanya. Misalnya dalam pengalaman saya sehari-hari, pasien minta salep pelembab untuk anaknya.



4.Meminta jumlah obat lebih banyak dari yang sebenarnya, dengan alasan mau pergi ke luar negeri/mlas kontrol.

Nah semoga kita bukan termasuk orang yang pernah melakukannya

Minggu, 24 Februari 2008

KASUS ALERGI TATO

Saya menemukan seorang anak laki-laki umur 6 tahun dengan alergi di kulit lengan kanan akibat tato non permanen. Seminggu sebelumnya ia diajak kedua orang tuanya berlibur ke Bali. Di Kuta ayah dan ibunya membuat tato. Anak tersebut minta dibuatkan tato juga, dan memilih sendiri gambar yang diinginkannya.
Saya heran juga kok anak ini bukan gambar yang lucu yang dia pilih, tetapi gambar SCORPIO. Wah bandel juga nih kecil-kecil. Meskipun disana disediakan gambar yang lucu-lucu untuk anak-anak, tetapi dia memilih gambar orang dewasa yang seram.
Saya beberapa kali menemukan kasus alergi terhadap zat warna tato. Alergi tidak hanya pada tato permanen, tetapi sering juga terjadi pada tato non permanen. Saya menyayangkan kedua orang tua anak ini kok mengajarkan tato ke anaknya. Lagi pula kulit balita cenderung masih halus, sensitif. Jika di beri tato meski nono permanen risiko alergi dapat terjadi.
Nah saya menghimbau, jangan mencoba-coba membuat tato baik permanen maupun non permanen, karena risiko alergi dan keindahan tidak harus dengan cara melukis tubuh.

Rabu, 20 Februari 2008

PASIEN EKSPAT VS PASIEN DALAM NEGERI

Kemarin saya mendapatkan pasien bule warganegara Romania yang sedang bertugas di Indonesia. Dia dapat berbahasa Indonesia sedikit-sedikit karena sudah 2 tahun di Jakarta. Mr. N. (dirahasiakan nama asli sesuai kode etik).
Mr. N seperti halnya pasien ekspat lain, amat kritis. Sebelum ke dokter sudah mencari informasi lewat internet. Jadi sering kali penjelasan saya dpotong olehnya karena dia sudah "pintar". Buat saya tidak masalah. Ini tantangan buat dokter-dokter kita. Hal yang sama terjadi saat saya menulis resep. Dengan detail ia bertanya bahan aktif, efek terapi, cara minum obat, dan efek samping yang mungkin terjadi. Kalau kita tulis 3 jenis obat, ya ketiganya harus diterangkan masing-masing.
Berbeda dengan pasien bangsa sendiri. Bayar dokter ya buat ditanya macam-macam. Cenderung kurang kritis. Kalau tidak setuju/tidak puas dengan keterangan dokter sering kali "berkelit" dengan alasan yang tidak ilmuah/logis.
Bagaimana menurut pandapat anda? Kapan bangsa kita menjadi pasien yang cerdas?

Rabu, 23 Januari 2008

DOKTER BUKAN DEWA


Mengapa dokter sulit meminta maaf kepada pasien? Dokter terlambat datang dan memulai praktek, dokter kurang memberi penjelasan kepada pasien, dokter maunya cepat-cepat saja tulis resep. Itulah keluhan yang sering pasien utarakan.


Coba dokter memposisikan diri sebagai pasien Tentu tidak ingin diperlakukan seperti itu, bukan ? Dokter harusnya tidak segan-segan meminta maaf bila terlambat mulai sesuai jam praktek yang ia janjikan. Meskipun dengan 1001 alasan, misalnya macet, baru operasi di tempat lain. Tapi jangan sering-sering begini ya....


Menurut saya, maraknya tuntutan dari pasien yang menyatakan dokternya malpraktek lebih sering karena pendekatan interpersonal dokter yang buruk. Mau cepat selesai saja tulis resep, atau langsung bilang AYO OPERASI! tanpa memberikan kesempatan pasien mendapatkan informasi mengenai penyakitnya.


Bagaimana meurut anda?

Selasa, 22 Januari 2008

Sakit Kelamin... Sakit Hati juga

Penyakit kelamin kondilomata akuminata (kutil kelamin/jenger ayam) akhir-akhir ini banyak dijumpai di praktek saya. Ekspresi pasien bermacam-macam setelah saya jelaskan bahwa penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual. Padahal saya tidak pernah "main" dengan orang lain selain dengan suami/istri saya, itu jawaban klasik pasien penyakit ini. Ada yang balik marah ke saya. Biasanya yang marah ini tidak terima sebagai kompensasi kebiasaan suka "jajan sembarangan".

Yang jelas sakit kelamin sering mambawa sakit hati di pihak pasien. Perasaan dikhianati oleh suami/isrinya. Stres karena merasa diri "kotor", merasa "azab" menimpa diri.

Bukan tugas dokter untuk menyalahkan pasien. Kita hanya menasehati dan mengobati.
Bagaimana pendapat anda mengenai masalah ini?