Rabu, 23 Januari 2008

DOKTER BUKAN DEWA


Mengapa dokter sulit meminta maaf kepada pasien? Dokter terlambat datang dan memulai praktek, dokter kurang memberi penjelasan kepada pasien, dokter maunya cepat-cepat saja tulis resep. Itulah keluhan yang sering pasien utarakan.


Coba dokter memposisikan diri sebagai pasien Tentu tidak ingin diperlakukan seperti itu, bukan ? Dokter harusnya tidak segan-segan meminta maaf bila terlambat mulai sesuai jam praktek yang ia janjikan. Meskipun dengan 1001 alasan, misalnya macet, baru operasi di tempat lain. Tapi jangan sering-sering begini ya....


Menurut saya, maraknya tuntutan dari pasien yang menyatakan dokternya malpraktek lebih sering karena pendekatan interpersonal dokter yang buruk. Mau cepat selesai saja tulis resep, atau langsung bilang AYO OPERASI! tanpa memberikan kesempatan pasien mendapatkan informasi mengenai penyakitnya.


Bagaimana meurut anda?

Selasa, 22 Januari 2008

Sakit Kelamin... Sakit Hati juga

Penyakit kelamin kondilomata akuminata (kutil kelamin/jenger ayam) akhir-akhir ini banyak dijumpai di praktek saya. Ekspresi pasien bermacam-macam setelah saya jelaskan bahwa penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual. Padahal saya tidak pernah "main" dengan orang lain selain dengan suami/istri saya, itu jawaban klasik pasien penyakit ini. Ada yang balik marah ke saya. Biasanya yang marah ini tidak terima sebagai kompensasi kebiasaan suka "jajan sembarangan".

Yang jelas sakit kelamin sering mambawa sakit hati di pihak pasien. Perasaan dikhianati oleh suami/isrinya. Stres karena merasa diri "kotor", merasa "azab" menimpa diri.

Bukan tugas dokter untuk menyalahkan pasien. Kita hanya menasehati dan mengobati.
Bagaimana pendapat anda mengenai masalah ini?