Minggu, 23 Maret 2008

BOTOX..... HARAM ?

Pernah mendengar suntikan Botox? Dalam duni akedokteran botox sangat bermanfaat mengobati kelainan saraf, otot, dan bahkan di dunia kulit (khususnya kosmetik) dan bedah plastik amat sering dipakai. Botox dapat mengobati stabismus (mata juling), Di bidang kulit digunakan untuk peremajaan misalnya menghilangkan kerut dahi, kerut sekitar bibir, mata, memperindah bibir, mengurangi produksi keringat ketiak dan telapak tangan yang berlebihan.

Tapi setelah saya membaca koran Republika Awal januari 2008 yang menyatakan diharamkannya suntikan botox oleh Majelis Ulama Malaysia karena diduga mengandung unsur babi dalam pembuatannya. Saya terkejut. Sebagai dokter tentu tidak mau percaya begitu saja tanpa bukti ilmiah.

Penelusuran dan rasa keinginantahuan saya terjawab dengan membuka situs www.islamtoday.com. Jannet Kettles , juru bicara Allergan (produsen Botox, USA) mengakui dipakainya susu babi sebagia proses yang terlibat dalam pemurnian botulinum toxin (bahan aktif botox).
Dalam sebuah situs Malaysia juga diceritakan seorang artis beken Indonesia yang beberapa kali show di sana terkejut dengan fatwa Majelis Ulama Malaysia. Untuk kepentingan kode etik, nama artis tersebut saya rahasiakan. Dia mengakui 2 kali setahun disuntik botox untuk menghilangkan kerut dahi, mulut, memperindah bibir, dan mengobati produksi kelenjar keringat yang berlebihan di ketiaknya. Dia berniat menanyakan hal ini kepada dokter pribadinya. Maklum dia kaget, kan sudah haji.
Jadi saya sekarang sudah tidak mau melakukan suntik botox lagi, tanpa menunggu fatwa MUI, fatwa Perdoksi, fatwa IDI, dan lain-lain badan yang lambat merespon hal ini
Nah, bagaimana menurut anda?

Rabu, 12 Maret 2008

KASUS TERSERING PADA PRAKTEK KULIT


Penyakit kulit:

1. Dermatitis atopik

2 Dermatitis kontak alergi

3. Dermatitis kontak iritan

4. Jamur pada lipatan paha (tinea kruris)

5. Jerawat (akne vulgaris)
Dermatitis atopik dalam bahasa awan sering dikatakan sebagai eksim. Sering terdapat faktor kulit sensitif dalam hal ini. Kalau dermatitis kontak alergi dan iritan biasanya sering akibat kosmetik, logam, apapun yang menempel pada kulit. Pada gambar yang saya tayangkanini merupakan kasus dermatitis kontak akibat alergi deodoran.
Penyakit Kelamin :
1. Kondilomata akuminata/kutil kelamin
2. Herpes genitalis/herpes kelamin
3. Gonore/kencing nanah

KUTIL KELAMIN DAN PENGOBATANNYA


Kutil kelamin atau Kondilomata Akuminata akhir-akhir ini semakin banyak di tempat praktek saya. Jika masih baru (hitungan hari-minggu) muncul, masih dapat diobati dengan obat oles tingtura podofilin 25%. kutil baru ditanadai dengan warnanya yang kemerahan. Jika sudah lama/kronis, ditendai dengan warnanya keabuabuan hingga hitam sewarna kulit sekitarnya, biasanya sudah lebih dari 1 bulan. Kalau sudah kronis, obat podofilin tidak akan berespon lagi, jadi harus dilakukan bedah listrik/elektro cauter/ istilah orang awan "dibakar".


Saran saya, jangan menunda pengobatan kutil kelamin ini terlalu lama yang mengakibatkan harus dilakukannya bedah listrik. Lagi pula siapa sih yang tidak risi di badannya membawa penyakit/virus ini ke mana-mana?


Harap diingat, pengolesan/bedah listrik tidak berarti membunuh semua virus, tetapi menghilangkan benjolan kutil tersebut. Kemungkinan kambuh tetap ada hlo, jika daya tahan tubuh sedang "drop", stres, kelelahan.


Selasa, 04 Maret 2008

PASIEN BERBOHONG

Perlukah dokter meminta pasien mengutarakan hal yang sebenarnya sewaktu dianamnesis? Menurut saya tidak perlu. Pasien tidak sepenuhnya menceritakan riwayat penyakit kepada dokter sering terjadi pada pasien dengan penyakit kelamin. Mungkin dia malu, risih karena dokternya wanita (kalau kebetulan pasien pria).
Tadi pagi seorang pria dewasa muda berobat, tetapi belum-belum dia komentar, "Wah.... dokternya perempuan ya..." Setelah saya jelaskan agar dia tidak ragu karena hubungan dokter-pasien tetap dapat profesional tanpa memandang gender, baru dia mau mengatakan keluhannya.
Ternyata pasien tersebut sakit kencing nanah (gonore). Tapi dia berbohong kepada saya dan menyangkal adanya kontak seksual di luar pernikahannya. Dia malah berkelit kencing nanah timbul akibat ayunan tongkat golf yang tidak sengaja mengenai kelaminnya sewaktu dimainkan anaknya yang masih balita.
Sebagai dokter saya tahu bahwa tidak ada kemungkinan lain keluarnya nanah dari kemaluan selain dari penularan penyakit seksual gonore. Nah.. jadi pasien tersebut sebenarnya mau menipu dokter. Tapi tak apalah..... tulis resep saja dan diobati seperti layaknya pasien gonore.
Tanpa perlu meminta kejujuran pasien/apalagi mendakwahi pasien. Ya .... sudah yang penting tujuan dia datang untuk meminta pengobatan sudah saya jalankan.
Bagaimana pendapat anda mengenai hal ini?